ads

LATEST UPDATES

Friday, November 30, 2012

Sejarah Wanita di dunia Olahraga


Tahukah Anda ? Pada olimpiade jaman dahulu, wanita dilarang untuk ambil bagian. Khususnya bagi Wanita yang sudah menikah, jangankan untuk jadi pesertanya, hanya untuk memasuki wilayah pertandingan sebagai penonton pun kaum wanita tidak diperbolehkan. Jika mereka ketahuan, hukumannya adalah mati. Oleh karena itu, mereka menciptakan sebuah pertandingan bagi kaum mereka sendiri yang di dedikasikan untuk dewi Hera. Hera adalah istri Zeus.

Ketika Olimpiade dihidupkan kembali pada tahun 1896, oleh pendirinya yaitu Baron Pierre de Coubertin iapun tidak setuju dengan adanya partisipasi wanita di Olimpiade. Masalah ini menjadi topik dari sekian banyak perdebatan diantara anggota awal IOC (International Olympic Committee).

Wanita tidak ambil bagian dalam pertandingan olimpiade sampai pada tahun 1900 sampai pada akhirnya ada seorang wanita Inggris bernama Charlotte Cooper menjadi wanita pertama yang meraih medali emas dalam kompetisi tenis single. Sementara itu hanya ada satu olahraga lain yang melibatkan partisipasi wanita dalam olahraga pada tahun 1900 yaitu olahraga golf.

Di London pada olimpiade 1908 ada 36 wanita yang bersaing di figure skating (ice skating) dan tenis. Setelah olimpiade itu dan atas rekomendasi dari Asosiasi Olimpiade Inggris (British Olympic Association) bahwa wanita perenang, penyelam, dan pesenam diizinkan untuk bersaing di Olimpiade yang akan datang, Panitia Olimpiade Swedia memasukkan dua kontes renang dan 1 kontes menyelam untuk wanita pada tahun 1912 di olimpiade Stockholm.

Akhirnya pada tahun 1924 IOC memutuskan untuk memperbolehkan wanita partisipasi dan memberikan kesempatan lebih besar di olimpiade. Namun, hanya ada sedikit bukti, bahkan pada olimpiade Berlin pada tahun 1936 di mana hanya ada empat olahraga yang tersedia untuk wanita.

Barulah setelah olimpiade 1948 di London bahwa ada peningkatan yang ditandai dengan jelas dalam partisipasi wanita dalam olahraga di seluruh dunia. Namun, hanya ada lima olahraga wanita di London dan 6 olahraga di olimpiade 1968 di Meksiko.

Akhirnya setelah Olimpiade 1976, peningkatan besar dalam jumlah olahraga untuk wanita mulai muncul. Pada olimpiade Atlanta tahun 1996 ada sebanyak 26 olahraga dan 97 pertandingan terbuka untuk wanita, yang masih jauh di bawah laki-laki dengan 163 pertandingan.

Prestasi terbesar Wanita dalam olahraga dan olimpiade
1896 Dalam olimpiade pertama, seorang Wanita Yunani bernama Melpomene menjadi Wanita pertama yang mengikuti lari marathon (tidak resmi) dalam waktu 4 jam 30 menit

1900 Petenis Charlotte Cooper dari Inggris menjadi Wanita pertama juara olimpiade di tenis tunggal

1908 Pelaut, Frances Clytie Rivett-Carnac dan suaminya memenangkan medali emas, membuat sejarah baru menjadi Wanita pertama dalam peristiwa memenangkan pertandingan  dengan Laki-laki

1912 Perenang, Fanny Durack Wanita pertama yang merebut medali emas dalam waktu rekor dunia.

1928 Runtuhnya beberapa pelari pada akhir perlombaan 800 m dinyatakan berbahaya bagi Wanita dan dilarang

1948 Kemenangan Fanny Blakers-Koen seorang pelari dari Belanda memecahkan rekor baru sebagai Ibu yang sukses saat olimpiade. Dia memenangkan 4 medali emas di 100m, 200m 4x100m estafet dan 100m halang rintang

1952 Wanita pertama yang bersaing dalam olahraga berkuda melawan Laki-laki.

1956 Wanita pertama, Giuliana Chenal-Minuzzo (Italia), dalam sejarah Olimpiade untuk mengambil sumpah para atlet di upacara pembukaan olimpiade musim dingin.

1968 Enriqueta Basilio menjadi Wanita Meksiko pertama yang menyalakan cahaya api Olimpiade di stadion. Perlombaan lari 800m untuk Wanita di lombakan ulang.

1972 Lorna Johnstone umur 70 tahun atlet berkuda, menjadi Wanita peserta olimpiade tertua

1973 IOC memutuskan bahwa Wanita dapat dicalonkan sebagai anggota IOC.

1980 Sukses luar biasa untuk Ibu dan putrinya di Olimpiade, ketika pelari Soviet Irin Nazarova, putri dari Elizabeth Bagrinaseva peraih medali emas lempar cakram tahun 1952, memenangkan emas di lari estafet.

1981 Pirjo Haggman (Finlandia) dan Flor Isava-Fonseca (Venezuela) menjadi anggota Wanita pertama dari IOC

1982 Dame Maria Glen-Haig (Inggris) terpilih menjadi anggota IOC.

1984 Putri Nora dari Liechtenstein terpilih menjadi anggota IOC. Joan Benoit (AS) memenangkan Olimpiade Maraton Wanita pertama.

1988 Yang Mulia Putri Kerajaan Inggris terpilih menjadi anggota IOC. Tenis kembali di pertandingkan di Olimpiade, dengan perjanjian yang tidak adil bahwa Wanita harus lebih sedikit jumlahnya dari Laki-laki yang diperbolehkan untuk bertanding.

1990 Carol Anne Letheren (Kanada) terpilih menjadi anggota IOC. Flor Isva-Fonseca adalah Wanita pertama pada Dewan Eksekutif IOC.

1993 Anita DeFranz (Amerika) terpilih menjadi anggota dewan eksekutif IOC

1994 Program perempuan untuk Olimpiade Musim Dingin termasuk empat olahraga (Biathlon, luge, skating dan ski) dan 25 event.

1996 23 olahraga Wanita termasuk sepakbola, voli pantai dan sepeda gunung
1998 6 Olahraga Wanita termasuk hoki es.


Silahkan sahabat copas artikel ini, tapi jangan lupa untuk mencantumkan link dari blog ini ya, terima kasih ^_^ 

 Sahabat ingin wajahnya terlihat lebih cantik? Yuk mampir ke Anita's Beauty Shop
Share This :

Post a Comment

 

Top